KATEGORI

Senin, 07 Januari 2013

SINOPSIS NOVEL JOMBLO

 

Judul Novel  : “JOMBLO” sebuah komedi cinta

Penulis   : Adhitya mulya
Penerbit  : Gagas Media
Cetakan Pertama  : November 2003

Tak pelak lagi, novel favorit yang paling saya suka sampai sejauh ini, dan ajaibnya saya belum punya bukunya, adalah karya Adihtya Mulya yang judulnya Jomblo.
Ceritanya berkisar tentang persahabatan empat mahasiswa jurusan Teknik UNB dengan latar belakang, sifat dan kelakuan yang berbeda-beda.  Yaitu Doni  sang playboy, yang punya prinsip bahwa urusan fisik sama cewek harus dipisahkan dan beda dengan urusan hati, lama jomblo karena dekat dengan cewek semata-mata alasan fisik semata.  Olip yang lulusan SMA taruna Nusantara, jomblo karena tak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada cewek idamannya. Bimo, anak ilmuwan nuklir yang hobinya ngegenjos dan jomblo akibat sering ditolak cewek, terakhir adalah Agus Gurniwa, tokoh sentral di novel ini yang lama jomblo karena terlalu banyak kriteria untuk cewek idamannya.

Perjuangan empat sahabat itu dalam perjuangan mendapatkan gadis dambaan masing-masing itulah bagian yang paling menarik.  Dimana Doni menjadi bimbang akan prinsipnya sendiri bahwa tak akan mencampuradukkan masalah fisik dan hati wanita.  Bimo berusaha yang bertemu dengan wanita idaman yang dia cuma tahu dari suaranya saja.  Olip yang berusaha sekuat tenaga mengumpulkan keberanian untuk menyatakan perasaannya pada sang Dewi Malam pujaannya.  Juga Agus yang akhirnya mengakhiri jomblonya namun malah mendapatkan masalah dengan ceweknya yang bikin pening.
Ending novel ini saya paling suka.  Realistis.  Tidak semata-mata menyenangkan pembacanya dengan ‘akhir yang bahagia’.  Ke empat sahabat itu akhirnya menemukan jalannya masing-masing, walau harus ada yang dikorbankan demi apa yang diperjuangkan.

Novel Jomblo itu berseting jaman kuliahan, saat status mahasiswa lagi labil-labilnya, dan digambarkan dengan cukup, eh  tampaknya sangat akurat di novel itu, karena jelaslah pengalaman pribadi sepertinya menjadikan alur ceritanya lebih hidup.  Jadi membaca novel itu seakan-akan memutar memori pada saat kos dulu, saat-saat prihatin, terutama pada bagian dompet dan status jomblo berkepanjangan, namun tetap bersemangat dan riang gembira menjalani masa-masa kuliah*malah curcol*
Novel yang menurut saya masuk dalam genre komedi romantis, sesuai taglinenya ; sebuah komedi cinta, menggambarkan lika liku hubungan cowok cewek dari sudut pandang yang berbeda dan sering tanpa kita sadari, bahwa mungkin kita pun pernah mengalami apa yang ada di novel itu.
Tapi sungguh, tak rugi membaca novel itu, berbicara tentang cinta tanpa harus menye-menye, bahkan kadang membuat yang membaca tertawa sekaligus ngaca.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar